Oleh: Endang Setiawati, S.Pd.I.
Sekretaris PC Muslimat Nahdlatul Ulama
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar mengenang perjalanan panjang
Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lebih dari itu, hari bersejarah ini
mengajak kita semua untuk merenungkan makna pengabdian yang sesungguhnya.
Sebab, setiap pengabdian yang dilandasi keikhlasan akan selalu melahirkan
manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Selama delapan puluh tahun, Polri telah menjadi bagian penting dalam menjaga
keamanan, ketertiban, dan kedamaian bangsa. Di balik tugas yang berat, para
insan Bhayangkara hadir siang dan malam demi memastikan masyarakat dapat hidup
dengan aman dan tenteram. Pengabdian seperti inilah yang patut kita apresiasi
dan doakan agar senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT.
Sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama, kami di Muslimat NU
meyakini bahwa pengabdian kepada bangsa adalah bagian dari pengabdian kepada
Allah SWT. Menjaga keamanan adalah amal mulia, sebagaimana menjaga
persaudaraan, menolong sesama, dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang
membutuhkan juga merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia
lainnya." (HR. Ahmad).
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya
diukur dari profesi atau kedudukannya, melainkan dari seberapa besar manfaat
yang mampu ia hadirkan untuk sesama.
Hari Bhayangkara ke-80 hendaknya menjadi momentum untuk semakin memperkuat
nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, gotong royong, dan kasih sayang
antarsesama. Bangsa yang kuat bukan hanya karena aparatnya bekerja menjaga
keamanan, tetapi juga karena masyarakatnya saling peduli, saling membantu, dan
saling menguatkan.
Di sinilah perempuan, khususnya Muslimat Nahdlatul Ulama, memiliki peran
yang sangat strategis. Seorang ibu tidak hanya mendidik anak-anaknya menjadi
generasi yang saleh dan cinta tanah air, tetapi juga menanamkan nilai berbagi,
empati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan keluarga.
Kita percaya bahwa rumah yang dipenuhi kasih sayang akan melahirkan
masyarakat yang damai. Masyarakat yang damai akan melahirkan bangsa yang kuat.
Momentum Hari Bhayangkara juga menjadi pengingat bahwa keamanan dan
kesejahteraan tidak dapat dipisahkan. Ketika masyarakat hidup dalam kekurangan,
masih banyak anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian, kaum dhuafa yang
membutuhkan uluran tangan, serta keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan
hidupnya, maka kepedulian kita menjadi bagian dari solusi.
Oleh karena itu, mari kita jadikan semangat Hari Bhayangkara sebagai
inspirasi untuk semakin memperbanyak amal saleh, memperkuat budaya berbagi, dan
mempererat ukhuwah. Tidak harus dengan sesuatu yang besar. Senyum, doa, tenaga,
pikiran, hingga rezeki yang kita sisihkan dengan ikhlas akan menjadi cahaya
kebaikan yang menerangi kehidupan orang lain.
Atas nama keluarga besar Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten
Tulang Bawang Barat, kami mengucapkan:
Selamat Hari Bhayangkara ke-80.
Semoga seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa
diberikan kesehatan, kekuatan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalankan
amanah menjaga keamanan serta mengayomi masyarakat.
Mari terus memperkuat sinergi antara ulama, umara, aparat keamanan, dan
seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Tulang Bawang Barat yang aman,
religius, rukun, dan penuh keberkahan.
Karena sesungguhnya, bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh mereka yang
menjaga keamanan, tetapi juga oleh mereka yang menjaga nilai-nilai kemanusiaan,
persaudaraan, dan kasih sayang.
Dirgahayu Bhayangkara ke-80.
Polri Presisi untuk Negeri. Bersama Masyarakat Menjaga Harmoni,
Bersama Umat Menebar Kepedulian.
"Pengabdian yang tulus akan dikenang oleh manusia, sementara
keikhlasan dalam berbuat baik akan dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan
yang tidak pernah putus."