Kotabumi, Lampung Utara – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Lampung Utara kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin Bulanan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Masjid Jami' Kotabumi. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 600 pengurus dan jamaah Muslimat NU se-Kabupaten Lampung Utara.
Pengajian kali ini mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Menjaga Keluarga dari Pengaruh Paham Radikal serta Penguatan Nilai Keislaman dan Kebangsaan di Lingkungan Rumah Tangga.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk perhatian terhadap peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan kepada anggota keluarga.
Ibu Meilani Indradewi yang merupakan mantan anggota kelompok ISIS, bersama Tim Densus 88 AT Polri Satgaswil Lampung menjadi narasumber pada pengajian rutin kali ini menyampaikan materi yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada jamaah mengenai pentingnya mengenali potensi pengaruh paham radikal serta membangun lingkungan keluarga yang mampu menangkal berbagai pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang moderat dan kehidupan berbangsa.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk meningkatkan literasi keagamaan, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, serta lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi dan pengaruh yang berkembang di lingkungan sosial maupun ruang digital. Perempuan memiliki posisi penting dalam memberikan pendampingan dan pendidikan kepada keluarga sehingga dapat membentuk lingkungan yang aman, harmonis, dan berlandaskan nilai keagamaan serta kebangsaan.
Antusiasme jamaah terlihat dari tingginya jumlah peserta yang hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Pengajian ini tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi pengurus dan jamaah Muslimat NU se-Kabupaten Lampung Utara.
Melalui pengajian rutin ini, PC Muslimat NU Lampung Utara berharap para jamaah semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mencegah masuknya paham radikal, sekaligus mampu menanamkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah dan kecintaan terhadap bangsa kepada generasi berikutnya.